Bagi anda yang akan menjadikan mikrotik sebagai bandwith management mungkin merasa sedikit bimbang, karna mikrotik menyediakan dua buah fitur limiter bandwith di dalamnya, yaitu Simple Queue dan Queue Tree. Mikrotik yang memang mempunyai keunggulan sebagai bandwith management ini tentu telah merancang keduanya dengan baik sehingga kita tidak kecolongan oleh user yang rakus bandwith atau saya menyebutnya dengan Pardon ( Partai Download), karna berapa bandwith maximal yang kita setting ke user maka memang hanya itulah bandwith yang mereka dapatkan so bandwith yang ada dapat kita bagi dengan dengan adil ke semua user, hanya saja memang keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Simple Queue sesuai dengan namanya juga cukup simple dalam meng-configurasinya, namun di Simple Queue kita tidak bisa meng alokasikan bandwith kusus buat icmp sehingga apabila pemakaian bandwith di client sudah full ping time nya akan naik dan bahkan rto ( request time out), Berbeda halnya dengan di Que tree, untuk men-seting nya kita membutuhkan sedikit konsentrasi karna lumayan rumit bagi pemula atau kita yang baru belajar mikrotik, Namun di Que tree kita bisa meng alokasikan bandwit icmp , sehingga walaupun bandwith di client full ping time nya pun masih stabil, Saya akan memberikan contoh konfigurasi Simple queues dan Que tree mudah mudahan bisa menjadi referensi untuk anda yang akan menggunakan limiter bandwith with mikrotik.
Configurasi Simple Queue:
Anda bisa membuat kelompok (parent) untuk client-kusus dengan bandwith 256kbps yang didalamnya terdiri dari 3 user sehingga bandwith 256 tadi akan di share untuk 3 user tesebut, dan parent2 yang lainpun bisa anda buat sesuai keinginan anda.
[nanang@Mikrotik] queue> simple
[nanang@Mikrotik] queue simple
add name=”WARNET” target-addresses=192.168.0.0/24 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none direction=both \
priority=8 queue=default-small/default-small limit-at=0/0 max-limit=1000000/1000000 total-queue=default-small \
disabled=no
add name=”USER” target-addresses=192.168.0.2/32,192.168.0.3/32,192.168.0.4/32,192.168.0.5/32,192.168.0.6/32,192.168.0.7/32\
,192.168.0.8/32,192.168.0.9/32,192.168.0.10/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=WARNET direction=both \
priority=8 queue=default-small/default-small limit-at=0/0 max-limit=384000/384000 total-queue=default-small \
disabled=no
add name=”Client-1″ target-addresses=192.168.0.2/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=Lan parent=USER direction=both \
priority=8 queue=default-small/default-small limit-at=16000/16000 max-limit=32000/64000 total-queue=default-small \
disabled=no
Contoh configurasi Queue Tree:
Mangle
Sebelum kita Meng konfigure Queue Tree kita buat dulu Connection-mark di table mangle.
[nanang@Mikrotik] > ip firewall mangle
[nanang@Mikrotik] ip firewall mangle>
add chain=forward src-address=192.168.10.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=lokal passthrough=yes comment=”" \
disabled=no
add chain=forward dst-address=192.168.10.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=lokal passthrough=yes comment=”" \
disabled=no
add chain=forward protocol=icmp connection-mark=lokal action=mark-packet new-packet-mark=lokal-icmp passthrough=no \
comment=”" disabled=no
add chain=forward src-address=192.168.10.1 protocol=!icmp connection-mark=lokal action=mark-packet \
new-packet-mark=lokal-1 passthrough=no comment=”" disabled=no
add chain=forward dst-address=192.168.10.1 protocol=!icmp connection-mark=lokal action=mark-packet \
new-packet-mark=lokal-1 passthrough=no comment=”" disabled=no
add chain=forward src-address=192.168.10.2 protocol=!icmp connection-mark=lokal action=mark-packet \
new-packet-mark=lokal-2 passthrough=no comment=”" disabled=no
add chain=forward dst-address=192.168.10.2 protocol=!icmp connection-mark=lokal action=mark-packet \
new-packet-mark=lokal-2 passthrough=no comment=”" disabled=no
Queue-tree:
[nanang@LimiTer] queue> tree
[nanang@LimiTer] queue tree>
add name=”upload” parent=ether1 packet-mark=”" limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=256000 burst-limit=0 \
burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”icmd-upload” parent=upload packet-mark=lokal-icmp limit-at=0 queue=default priority=3 max-limit=32000 \
burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”lokal-1-upload” parent=upload packet-mark=lokal-1 limit-at=0 queue=default priority=5 max-limit=64000 \
burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”lokal-2-upload” parent=upload packet-mark=lokal-2 limit-at=0 queue=default priority=5 max-limit=64000 \
burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”download” parent=global-out packet-mark=”" limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=512000 burst-limit=0 \
burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”icmp-download” parent=download packet-mark=lokal-icmp limit-at=0 queue=default priority=3 max-limit=64000 \
burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”lokal-1-download” parent=download packet-mark=lokal-1 limit-at=0 queue=default priority=5 max-limit=128000 \
burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”lokal-2-download” parent=download packet-mark=lokal-2 limit-at=0 queue=default priority=5 max-limit=128000 \
burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
Note : Disini anda bisa membuat alokasi bandwith kusus buat icmp download dan upload.


sebenernya simple queue juga dapat kita gunakan untuk membatasi ICMP tinggal pintar2 aja mengkonfigurasikannya.
By: indramgl on October 10, 2007
at 7:59 am
wekekkeke masih ado jo pardon lai
By: qitink on October 18, 2007
at 7:43 am
Boleh donk mas indra bagi2 ilmunya buat konfgurasi simple queue yang lebih smart.., mau di postingin di blog ini jg boleh kirimin aja ke email ku mas..
By: diqie on October 22, 2007
at 3:57 am
akhirnya keuar juga…makasih bgt mas nanang?
tapi sudah seminggu d baca masih keluar banyak pertanyaan????masih gk mudeng utk Queue Tree.
bisa gk yach kl dibikinin dgn winbox…jadi saya tinggal ngikutin gambar..tnks
By: oxs on October 27, 2007
at 2:20 am
time di simple queue gimana ya cara pake nya?
By: stiphen on November 15, 2007
at 3:30 pm
mas,buatin contoh queue buat warnet speedy dg 13 pc… plisss.
aq udah coba,tapi bocor trs bw-nya
By: jeffry kelana on January 3, 2008
at 12:50 am
Pak kalo misal mau shapping ip selain yang dimasukkan di rule bagaimana? ip dhcp /24 tuh banyak, tapi ga semua dishapping, hanya yang aktif aja, misal ada yang mau coba konek otomatis pasti dia dapat bw loss, gmana caranya bisa shapping itu? selain ip yang dirule di set cuma 1kb misalnya… pls help. Thank you.
By: opak on January 3, 2008
at 6:01 am
mas bisa bagi settingan queue tree untuk warnet koneksi speedy dengan 11komp…???
By: ArieS on April 9, 2008
at 1:26 pm
wahh ini neeh
kakwkakkwkaw
yang mangle2
eh mas gini mas bisa di jelaskan sedikit mengenai Ip yang digunakan mas misalnya 192.168.10.0/24 itu ip yang ke internet atau ip yang ke LAn apa aip gateway
misalnya koonfigurasi manglenya pake Winboxx gimana mas
By: fahrezy on May 2, 2008
at 6:17 am
2 jam kemudian
aku coba
eh yang
192.168.10.0/24:ip router
192.168.10.1 ip client
192.168.10.2 ip client
ip client ny ada dua
atau gimana @_@
By: fahrezy on May 2, 2008
at 6:50 am
nunut nyontek mas
hehhe tp jan mandan bingung nih
masih belajar mt soalnya
mungkin kalo ada yg tutor seting di winbox mungkin lebih enak buat pemula kayak saya ya
By: mlente on May 31, 2008
at 8:35 am
mangle itu makanan apaan?
setauku sih yg ada mangleng!
itu makanan dari ubi kayu klo orang jawa bilang TELO yg di iris kecil” tipis” dan lalu di goreng dah…
pengemar mangleng… bukan mangle!
By: wooo on July 11, 2008
at 6:05 pm
Mas aq mo nanya sebenarnya firewall mangle itu apa??trus digunakan apa??knapa kok dalam membuat queue tree perlu setting firewall mangle???Mohon bantuannya ya mas
Klo bisa dikirim via email aja mas
By: gita on December 5, 2008
at 6:38 am
Tmn2 Hal yg terpenting untuk membangun warnet apa saja n keperluany apa aja??
Saya pgn bgn warnet mohon solusi n sarany?
By: Adhie on March 26, 2009
at 5:19 pm