Posted by: mas gagah | September 30, 2007

Bandwith Manajemen Queue Tree Vs Simple Queue di Mikrotik

Bagi anda yang akan menjadikan mikrotik sebagai bandwith management mungkin merasa sedikit bimbang, karna mikrotik menyediakan dua buah fitur limiter bandwith di dalamnya, yaitu Simple Queue dan Queue Tree. Mikrotik yang memang mempunyai keunggulan sebagai bandwith management ini tentu telah merancang keduanya dengan baik sehingga kita tidak kecolongan oleh user yang rakus bandwith atau saya menyebutnya dengan Pardon ( Partai Download), karna berapa bandwith maximal yang kita setting ke user maka memang hanya itulah bandwith yang mereka dapatkan so bandwith yang ada dapat kita bagi dengan dengan adil ke semua user, hanya saja memang keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Simple Queue sesuai dengan namanya juga cukup simple dalam meng-configurasinya, namun di Simple Queue kita tidak bisa meng alokasikan bandwith kusus buat icmp sehingga apabila pemakaian bandwith di client sudah full ping time nya akan naik dan bahkan rto ( request time out), Berbeda halnya dengan di Que tree, untuk men-seting nya kita membutuhkan sedikit konsentrasi karna lumayan rumit bagi pemula atau kita yang baru belajar mikrotik, Namun di Que tree kita bisa meng alokasikan bandwit icmp , sehingga walaupun bandwith di client full ping time nya pun masih stabil, Saya akan memberikan contoh konfigurasi Simple queues dan Que tree mudah mudahan bisa menjadi referensi untuk anda yang akan menggunakan limiter bandwith with mikrotik.

Configurasi Simple Queue:

Anda bisa membuat kelompok (parent) untuk client-kusus dengan bandwith 256kbps yang didalamnya terdiri dari 3 user sehingga bandwith 256 tadi akan di share untuk 3 user tesebut, dan parent2 yang lainpun bisa anda buat sesuai keinginan anda.

[nanang@Mikrotik] queue> simple
[nanang@Mikrotik] queue simple

add name=”WARNET” target-addresses=192.168.0.0/24 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none direction=both \
priority=8 queue=default-small/default-small limit-at=0/0 max-limit=1000000/1000000 total-queue=default-small \
disabled=no
add name=”USER” target-addresses=192.168.0.2/32,192.168.0.3/32,192.168.0.4/32,192.168.0.5/32,192.168.0.6/32,192.168.0.7/32\
,192.168.0.8/32,192.168.0.9/32,192.168.0.10/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=WARNET direction=both \
priority=8 queue=default-small/default-small limit-at=0/0 max-limit=384000/384000 total-queue=default-small \
disabled=no
add name=”Client-1″ target-addresses=192.168.0.2/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=Lan parent=USER direction=both \
priority=8 queue=default-small/default-small limit-at=16000/16000 max-limit=32000/64000 total-queue=default-small \
disabled=no

Contoh configurasi Queue Tree:

Mangle

Sebelum kita Meng konfigure Queue Tree kita buat dulu Connection-mark di table mangle.

[nanang@Mikrotik] > ip firewall mangle
[nanang@Mikrotik] ip firewall mangle>

add chain=forward src-address=192.168.10.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=lokal passthrough=yes comment=”” \
disabled=no
add chain=forward dst-address=192.168.10.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=lokal passthrough=yes comment=”” \
disabled=no
add chain=forward protocol=icmp connection-mark=lokal action=mark-packet new-packet-mark=lokal-icmp passthrough=no \
comment=”” disabled=no
add chain=forward src-address=192.168.10.1 protocol=!icmp connection-mark=lokal action=mark-packet \
new-packet-mark=lokal-1 passthrough=no comment=”” disabled=no
add chain=forward dst-address=192.168.10.1 protocol=!icmp connection-mark=lokal action=mark-packet \
new-packet-mark=lokal-1 passthrough=no comment=”” disabled=no
add chain=forward src-address=192.168.10.2 protocol=!icmp connection-mark=lokal action=mark-packet \
new-packet-mark=lokal-2 passthrough=no comment=”” disabled=no
add chain=forward dst-address=192.168.10.2 protocol=!icmp connection-mark=lokal action=mark-packet \
new-packet-mark=lokal-2 passthrough=no comment=”” disabled=no

Queue-tree:

[nanang@LimiTer] queue> tree

[nanang@LimiTer] queue tree>
add name=”upload” parent=ether1 packet-mark=”” limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=256000 burst-limit=0 \
burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”icmd-upload” parent=upload packet-mark=lokal-icmp limit-at=0 queue=default priority=3 max-limit=32000 \
burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”lokal-1-upload” parent=upload packet-mark=lokal-1 limit-at=0 queue=default priority=5 max-limit=64000 \
burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”lokal-2-upload” parent=upload packet-mark=lokal-2 limit-at=0 queue=default priority=5 max-limit=64000 \
burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”download” parent=global-out packet-mark=”” limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=512000 burst-limit=0 \
burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”icmp-download” parent=download packet-mark=lokal-icmp limit-at=0 queue=default priority=3 max-limit=64000 \
burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”lokal-1-download” parent=download packet-mark=lokal-1 limit-at=0 queue=default priority=5 max-limit=128000 \
burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no
add name=”lokal-2-download” parent=download packet-mark=lokal-2 limit-at=0 queue=default priority=5 max-limit=128000 \
burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

Note : Disini anda bisa membuat alokasi bandwith kusus buat icmp download dan upload.

About these ads

Responses

  1. sebenernya simple queue juga dapat kita gunakan untuk membatasi ICMP tinggal pintar2 aja mengkonfigurasikannya.

  2. wekekkeke masih ado jo pardon lai

  3. Boleh donk mas indra bagi2 ilmunya buat konfgurasi simple queue yang lebih smart.., mau di postingin di blog ini jg boleh kirimin aja ke email ku mas..

  4. akhirnya keuar juga…makasih bgt mas nanang?
    tapi sudah seminggu d baca masih keluar banyak pertanyaan????masih gk mudeng utk Queue Tree.

    bisa gk yach kl dibikinin dgn winbox…jadi saya tinggal ngikutin gambar..tnks

  5. time di simple queue gimana ya cara pake nya?

  6. mas,buatin contoh queue buat warnet speedy dg 13 pc… plisss.
    aq udah coba,tapi bocor trs bw-nya

  7. Pak kalo misal mau shapping ip selain yang dimasukkan di rule bagaimana? ip dhcp /24 tuh banyak, tapi ga semua dishapping, hanya yang aktif aja, misal ada yang mau coba konek otomatis pasti dia dapat bw loss, gmana caranya bisa shapping itu? selain ip yang dirule di set cuma 1kb misalnya… pls help. Thank you.

  8. mas bisa bagi settingan queue tree untuk warnet koneksi speedy dengan 11komp…???

  9. wahh ini neeh
    kakwkakkwkaw
    yang mangle2 :D
    eh mas gini mas bisa di jelaskan sedikit mengenai Ip yang digunakan mas misalnya 192.168.10.0/24 itu ip yang ke internet atau ip yang ke LAn apa aip gateway

    misalnya koonfigurasi manglenya pake Winboxx gimana mas

  10. 2 jam kemudian
    aku coba
    eh yang
    192.168.10.0/24:ip router
    192.168.10.1 ip client
    192.168.10.2 ip client
    ip client ny ada dua
    atau gimana @_@

  11. nunut nyontek mas :D hehhe tp jan mandan bingung nih :D masih belajar mt soalnya :D mungkin kalo ada yg tutor seting di winbox mungkin lebih enak buat pemula kayak saya ya :D

  12. mangle itu makanan apaan?
    setauku sih yg ada mangleng!

    itu makanan dari ubi kayu klo orang jawa bilang TELO yg di iris kecil” tipis” dan lalu di goreng dah…

    pengemar mangleng… bukan mangle!

  13. Mas aq mo nanya sebenarnya firewall mangle itu apa??trus digunakan apa??knapa kok dalam membuat queue tree perlu setting firewall mangle???Mohon bantuannya ya mas
    Klo bisa dikirim via email aja mas

  14. Tmn2 Hal yg terpenting untuk membangun warnet apa saja n keperluany apa aja??
    Saya pgn bgn warnet mohon solusi n sarany?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: